Ketika mempertimbangkan kopi terbaik di dunia, saya pergi ke Asosiasi Kopi Spesial Amerika (SCAA) guna penelitian. Mereka ialah organisasi yang memutuskan standar kualitas guna kopi spesial, yang oleh publik dinamakan kopi "gourmet". Semua kopi spesial memakai biji arabika. Kategori lainnya ialah kacang robusta, yang mempunyai kualitas rasa lebih rendah daripada arabika. Dalam kelompok ini, ada sejumlah varietas kacang. Biji arabika ditanam pada elevasi lebih tinggi dari robusta.
Kopi ialah komoditas yang sangat diperdagangkan kedua di dunia dan dinilai dengan teknik yang sama laksana anggur. Acara ini dinamakan "bekam" dan mempunyai seperangkat standar yang ketat. Memenangkan bekam paling bergengsi dan mempunyai efek langsung pada harga yang dapat didapatkan petani kopi guna panennya.
Sejarah semua pemenang "cupping" ini mengindikasikan bahwa tiga distrik dunia menghasilkan pemenang terbanyak. Menariknya, distrik ini mempunyai garis lintang yang paling serupa saat melihat peta dunia. Tiga distrik tersebut ialah Ethiopia, Sumatra dan Panama.
Kopi Ethiopia / Kenya (Afrika)
Kopi Ethiopia ialah aromatik, paling beraroma, dan pun dikenal sebagai sejumlah kopi terbaik di dunia. Ini pun adalahasal dari seluruh kopi. Orang-orang Ethiopia mempunyai legenda yang menuliskan bahwa seorang gembala domba menemukan kopi Ethiopia selama 850 Masehi. Legenda ini mengklaim bahwa penggembala domba memperhatikan bahwa domba-dombanya sangat energik dan nyaris menari setelah santap buah merah dari pohon. Legenda sang pendiri selanjutnya menuliskan bahwa penggembala menyantap buah beri merah guna dirinya sendiri dan membawa sejumlah buah berry tersebut pulang untuk istrinya yang bersikeras supaya ia membawanya ke semua biksu. Para bhikkhu konon membuang buah beri ke api dan memperhatikan wewangian lezat yang didapatkan buah beri. Para bhikkhu disebutkan telah menghilangkan buah beri dari api dan merebus buah beri dalam air untuk membuat minuman yang kini kita kenal sebagai kopi Ethiopia.
Apakah legenda ini benar, atau sebenarnya melulu legenda ialah misteri selamanya. Apapun, kopi Ethiopia telah dipakai untuk upacara keagamaan. Upacara-upacara ini masih diselenggarakan hari ini dan andai seorang tamu diundang guna berpartisipasi dalam upacara, tersebut dikenal sebagai empiris yang paling indah.
Secara lokal, kopi Ethiopia disajikan dengan gula, atau di sejumlah bagian Ethiopia, garam. Susu atau segala jenis creamer tidak pernah dipakai dalam penciptaan bir tradisional. Proses penciptaan kopi bervariasi menurut wilayah. Di sejumlah daerah tersebut diproses kering dan di sejumlah daerah lain tersebut dicuci. Kopi Ethiopia yang ditemukan di toko ketika ini diproses secara kering.
Prosesnya tidak jarang melelahkan dan diperbanyak dengan impor menambah dalil mengapa kopi Ethiopia dapat mahal.
Ketika konsumen melakukan pembelian kopi Ethiopia guna diseduh di rumah, usahakan pertimbangkan perniagaan kopi Ethiopia yang adil. Alasan yang jelas guna mempertimbangkan perniagaan yang adil ialah agar produsen produk yang spektakuler ini bisa memetik guna dari banting tulang mereka. Kopi Ethiopia mempunyai sejarah yang kaya, berani, dan unik serta rasanya yang disukai tidak sedikit orang semenjak lama.
Kopi Sumatra (Indonesia)
Kopi Sumatra berasal dari pulau di Indonesia mempunyai nama Sumatra. Rasa kopi Sumatra pedas, herbal, dan paling berbeda. Ini dirasakan sebagai di antara kopi terbaik di dunia dan kesatu kali diperkenalkan oleh Belanda selama tahun 1699 saat Belanda hendak mengikuti permintaan kopi ke Eropa. Para saudagar Belanda tahu perbedaan antara biji kopi Sumatera dan biji kopi lainnya dengan penampilannya, yang berbentuk tidak tertata dan berwarna hijau cerah.
Kopi Sumatra ialah salah satu kopi terbaik di dunia dan mempunyai tingkat keasaman rendah yang membuatnya paling disukai salah satu jenis kopi lainnya. Kacang seringkali ditanam di bawah sinar matahari sarat dan tanpa bahan kimia. Jenis kopi Sumatera yang paling populer, tetapi sangat menjijikkan menurut tidak sedikit orang, ialah kopi Sumatera luwak. Kopi luwak ialah biji kopi yang sudah dimakan oleh fauna kecil yang dikenal sebagai luwak. Setelah luwak memahami dan menerbitkan biji kopi, warga desa setempat mengoleksi biji yang diekskresikan dan memanggangnya. Kacang yang diekskresikan dan dipanggang ini harganya selama $ 300 per pon. Tentu saja, tidak seluruh kopi Sumatra berasal dari kotoran luwak. Ada tidak sedikit varietas beda dari kopi Sumatra juga.
Sebagian besar biji kopi Sumatera diubah menggunakan cara pengolahan basah dan kering. Metode pengolahan ini ialah alasan lain kenapa kopi Sumatera paling populer. Sebagian besar jenis biji kopi diproses dengan memakai metode basah atau kering, nyaris tidak pernah keduanya.
Ketika melakukan pembelian kopi Sumatra untuk dipakai di rumah, seseorang mesti mencoba melakukan pembelian kopi Sumatera yang diperdagangkan secara adil. Kacang perniagaan yang adil bisa ditemukan di sekian banyak pengecer online dan pun di pengecer kopi gourmet. Ini meyakinkan bahwa semua petani mendapat guna dari semua banting tulang yang mereka kerjakan untuk menempatkan kopi lezat ini.
Editor : OkiUki