Bagaimana teknik Anda memungut kopi? Dua krim, selusin gula? Sembilan splendas? Banyak sirup jagung fruktosa tinggi dalam latte itu? Atau apakah kita lebih dari seorang purist yang menyenangi kacang halus dan daftar cokelat dari orang Guatemala? Bagaimana dengan karamel manis yang didapatkan dari tembakan espresso lurus terbaik di kota? Nah, sebelum Anda dapat minum Joe dengan teknik apa pun, biji kopi mesti dikeluarkan dari ceri. Bahkan kopi organik. Itu dilaksanakan dalam sejumlah cara tergantung pada negara asal dan tersebut disebut pemrosesan. Di samping efek wilayah tumbuh pada rasa cangkir, masing-masing metode pengolahan menolong memberikan kacang rasa profil rasa yang bertolak belakang dalam rasa akhir kopi secara keseluruhan.
Proses basah ialah proses di mana buah dikeluarkan dari biji (kacang-kacangan) sebelum dikeringkan. Metode proses basah pun disebut kopi dicuci. Dalam cara ini, buah dilemparkan dalam air dan kacang seringkali dikeringkan pada teras di bawah sinar matahari.
Kopi olahan basah laksana yang dari Amerika Selatan, Kolombia dan sejumlah dari Ethiopia. Kebanyakan orang Amerika Tengah laksana Guatemala dan Kosta Rika pun diproses basah. Kopi ini lebih bersih, lebih cerah, dan lebih berbuah. Sebagian besar negara dengan kopi dihargai sebab keasamannya, bakal memprosesnya memakai proses basah.
Proses kering ialah metode lain, pun dikenal sebagai proses yang tidak dibersihkan atau alami. Ini ialah metode tertua guna memproses biji kopi hijau di mana semua ceri dimurnikan dan lantas ditempatkan di bawah sinar matahari guna mengeringkan di atas meja atau di lapisan tipis pada teras, benar-benar utuh dan ceri kering dihapus sesudah kering. Ini akan menyerahkan kopi rasa yang lebih manis sebab pengeringan buah utuh.
Sebagian besar kopi yang diproduksi di Brasil, Ethiopia dan India memakai metode kering. Namun di wilayah hujan, tersebut tidak praktis. Namun, ada tidak sedikit karakteristik yang bersangkutan langsung dengan teknik biji kopi ini diproses juga. Kopi olahan kering laksana yang dari Indonesia, Ethiopia, Brasil, dan Yaman. Proses kering (juga dikenal sebagai cara alami) menghasilkan kopi yang berat dalam tubuh, manis, halus, dan kompleks. Metode pemrosesan ini sering dipakai di negara-negara di mana curah hujan jarang dan tidak sedikit hari terang tersedia guna mengeringkan kopi dengan benar.
Metode beda yang dipakai di Brasil khususnya tetapi juga dipakai di sejumlah pertanian di Sulawesi, Indonesia dan Sumatra. Ini dikenal sebagai kopi olahan semi-kering (alias proses penciptaan pulp alami atau semi basah). Kopi disiapkan dengan menghilangkan kulit luar ceri dan mengeringkan kopi dengan lendir lengket dan kulit unsur dalam masih menempel pada kacang.
Adapun cara pengolahan biji kopi alami, menghilangkan etape fermentasi yang menghilangkan kulit perak memungkinkan guna kopi yang memiliki ciri khas basah dan kering. Oleh sebab itu, lebih manis daripada kopi olahan basah, sejumlah tubuh kering-diproses dan sejumlah keasaman kopi olahan basah. Jenis pengolahan ini melulu terjadi di negara-negara di mana kelembabannya relatif rendah dan kopi bisa dikeringkan dengan cepat tanpa fermentasi. Negara yang menciptakan proses ini terkenal ialah Brasil. FYI fermentasi terjadi saat lendir berlendir dalam dihapus sebelum pengeringan. Biji kopi yang dihaluskan dimasukkan ke dalam tangki fermentasi semen dengan air di mana mereka tidak dipedulikan berfermentasi sekitar 16-36 jam.
Biasanya ceri yang dilewatkan kembali, atau floaters sebagaimana mereka pun disebut dibuang, tetapi sejumlah secara eksklusif mempunyai profil rasa yang lebih manis daripada banyak sekali kopi yang dihaluskan. Ceri-ceri ini mengambang di air sekitar pemrosesan basah sebab mereka sudah mengering terlampau lama di pohon sebelum dikoleksi sehingga memungkinkan kacang guna tetap bersangkutan dengan lendir guna waktu yang lama sebelum fermentasi dimulai. Ini kadang-kadang dinamakan kismis juga. Metode ini dapat dirasakan sebagai cara keempat dalam pemrosesan kopi. Namun, kopi ini seringkali sangat terbatas.